Pages

Labels

Kamis, 09 Mei 2013

ASTA TINGGI (Makam Raja-Raja Sumenep)

Tulisan di Depan ASTA TINGGI
Di kota paling ujung timur pulau Madura, tempat kelahiran Bapak saya, Sumenep terdapat tempat wisata religi yang sering dikunjungi oleh para peziarah. Yaitu Asta Tinggi dan Maqom Syekh Yusuf. Dua tempat wisata ini sering dikunjungi oleh orang-orang dari wilayah Sumenep sendiri, Pulau Madura sendiri bahkan tak jarang orang-orang dari Pulau Jawa.

Baiklah, Asta Tinggi akan sedikit saya ceritakan disini. Dan untuk Syekh Yusuf, akan saya ceritakan di laen tempat.

Tulisan ini saya tulis berdasar pengetahuan, pengalaman sendiri dan kemampuan saya dalam menulis. Jadi agak terbatas. So, maklum saja kalau ada yang salah.

ASTA TINGGI merupakan makam raja-raja madura. ASTA TINGGI (asta tenggih lebih tepatnya kalau dilogatkan ke bahasa madura, kalau tidak salah spelling-nya) artinya kuburan tinggi. ASTA merupakan kromo inggil yang artinya Makam / Kuburan. Tinggi ya tinggi (masa' perlu diartikan sengihnampakgigi . Jadi menurut saya, ASTA TINGGI merupakan makam yang berada di dataran tinggi. Ini bisa dilihat saat kita sebelum menuju asta tinggi, jalannya sedikit menanjak yang seperti terletak di bukit.

Saya berdiri di depan Gerbang Timur
Sebelum memasuki makam, di gerbang masuk seperti makam-makam lainnya, terdapat orang pengemis dan tentu juga orang berjualan bunga. Bunga yang dijual disini berbeda seperti bunga-bunga yang kita jupai di pulau jawa yang pada umumnya. Bunganya seperti potongan seledri yang sering kita jumpai di abang tukang bakso jelir.
Penjual bunga
Setelah memasuki gerbang luar ASTA, disana ada 2 gerbang besar, gerbang timur dan gerbang barat. Gerbang Barat untuk menuju ke 3 kuncup kubah masing-masing, Kubah Pangeran Jimat, Kubah Bindara Saud dan Kubah Pangeran Panjang Jiwo. Sedangkan Gerbang Timur untuk menuju Kubah Panembahan Notokoesoemo.

Gerbang Barat
GerbangTimur

Sebelum memasuki Gerbang Barat dan Timur biasanya orang yang berziarah akan dipanggil ke Tempat Lapor rombongan / para peziarah oleh petugas.
Tempat Lapor
Setelah lapor, para peziarah kebanyakan menuju Gerbang Barat terlebih dahulu. Dan sebelum masuk Gerbang Barat, sandal sudah harus dilepas. Memasuki Gerbang Barat di samping kanan-kiri terdapat banyak makam. Mungkin, makam para keluarga, penguasa, pengikut para raja tapi entalah karena banyak sekali. Dan, terdapat gerbang lagi menuju 3 kuncup kubah.


Gerbang ke 2 dari Gerbang Barat
Yang mengagetkan, saat memasuki gerbang kedua ini, saya terkejut ada makam seseorang yang berasal dari Malang (karena asli Malang ker....). Mungkin masih keluarga dengan raja-raja di ASTA TINGGI, i don't know!!!!
Salah satu makam di Asta Tinggi yang Beliau dari Malang

Setelah melewati beberapa makam di kan-kiri, terdapat dua kubah makam, sebelah kiri adalah Kubah Makam Pangeran Jimat, sedangkan sebelah kanan Kubah Makam Bindara Saud.


Kubah Makam Pangeran Jimat

Suasana di dalam Kubah Pangeran Jimat
Suasana di dalam Kubah Pangeran Jimat 












Kubah Makam Bindara Saud


Makam Bindara Saud

Suasana di dalam Kubah Makam Bindara Saud










Dari banyak makam yang ada di ASTA TINGGI, makam dari Bindara Saud lah yang terkena bagi sebagian orang madura atau bagi sebagian banyak yang berziarah. Karena Bindara Saud merupakan wali. Kewalian Beliau sudah tampak sejak Beliau sejak masih di dalam kandungan ibu Beliau. Nama lain dari Bindara Saud adalah Tumenggung Tirtonegoro.

Saat di dalam kandungan, saat Ayahanda datang dari luar rumah kemudian mengucapkan salam, Bindara Saud yang saat itu di dalam kandung Ibu Beliau, menjawab salam dari Ayahanda Beliau.

Kubah Makam yang ketiga, adalah Kubah Makam Pangeran Panjang Jiwo. Letaknya, berada paling belakang dari dua Kubah Makam milik Bindara Saud dan Pangeran Jimat.

Setelah memasuki ketiga Kubah Makam, selanjutnya para peziarah menuju Kubah Makam yang terakhir yang ada di dalam Gerbang Timur. Kubah Makam yang terakhir ini merpakan Kubah Makam Panembahan Notokoesoemo.

Setelah memasuki Gerbang Timur, sama seperti di Gerbang Barat, sebelum menuju ke Kubah Makam Panembahan Notokoesoemo, di samping kanan-kiri terdapat banyak makam.

Kubah Makam Panembahan Notokoesoemo
Suasana di dalam Kubah Makam Panembahan Notokoesoemo 

Itulah mungkin gambaran sedikit mengenai ASTA TINGI yang bisa saya tulis. Yang mau kesana, saya titip salam yaaaaaa!!!!!!!!!

MAS'ALAH

Kalau membicarakan masalah yang hadir di kehidupan kita, maka tidak akan habis membicarakannya. Mungkin kalau diceritakan tak akan cukup hari untuk menjalaninya, tak akan cukup tinta untuk menulisnya, tak akan cukup karekter untuk mengetiknya, tak cukup timbangan untuk menimbang masalah, tak cukup meteran untuk mengukur panjang semua masalah yang selalu menemani kita.

Selalu ada masalah yang selalu menghinggapi kita. Belum selesai masalah satu, satunya muncul. Masalah satunya selesai, timbul masalah yang lain. Bukan begitu kah???

Setiap dari kita, ada sebagian yang mengeluh dan sebagaian lagi tidak. Banyak dari sebagian orang yang telah memahami bahwa hidup akan selalu saja ada masalah yang akan dihadapi, sebagian lagi tidak menyadari bahwa hidup akan selalu ada saja masalah.

Ada masalah jadinya masalah
Tidak ada masalah jadi masalah

Jadi kenapa mempermasalahakan masalah???

So, santai sajaaaaaa


Peace, Love N Respect

PLnR



Senin, 19 November 2012

TEMAN dengan KEBERKAHAN



Untuk teman-temanku ato para senior yang telah mendahului di dalam keterasingan abadi.   

Semoga Tuhan memberi sambutan yang membuat kalian bahagia di dalam keterasingan     abadi....................................................................................................................................Semoga Sang Kekasih memberi selalu kasih sayang karena kalian juga selalu memberi      salam...................................................................................................................................Semoga kalian bersama dengan Guru-Guru yang telah menuntun jalan kalian yang telah kalian jadikan lantaran........................................................................................................ 
Semakin banyak cerita yang membuat aku merinding, tertegun, ketakutan, senang sekaligus iri (bukan negatif) mendengar kisah dari teman-teman saya yang bersama menuntut ilmu di "penjara suci". Dan kisah-kisah ini membuat saya jadi semakin percaya bahwa "tambahnya kebaikan" itu semakin nampak.

Terlalu banyak cerita yang pernah saya dengar dari teman-teman tentang teman-teman yang telah berhasil mendapatkan "tambahan kebaikan" di dalam kehidupan keseharian atau bahkah kehidupan yang "tak nampak". Bahkan terkadang, cerita seperti itu langsung mendengar cerita dari para Guru-Guruku sendiri.

Kalau melihat dulunya teman-teman yang telah mendapatkan "tambahan kebaikan" sekarang, bagaimana mereka saat ada di "penjara suci", maka akan ada 2 ekspresi, terkaget-kaget (heran) atau biasa-biasa saja.

Kalau dengan ekspresi yang biasa-biasa saja, dulunya teman-teman tersebut adalah sosok yang begitu rajin, tekun, dan taat menjalakan apa yang memang seharusnya bahkan lebih-lebih menjalankannya. Jadi wajarlah mereka mendapatkan semua 'tambahnya kebaikan" itu.

Dan kalau dengan ekspresi yang terkage-kaget, ini yang menjadi heran bagi diriku dan mungkin teman-teman yang lain. Bagaimana tidak terkaget-kaget jika melihat teman-teman tersebut dahulunya bagaimana. Mungkin kalau bisa dibilang, tak ada rajin-rajinnya, tak ada tekun-tekunnya, tak ada taat-taatnya, bahkan bisa dibilang bandel, nakal, dan mungkin sering menjadi 'pelanggar' (tetapi yang bukan kelas berat yaaaaaa!!! ex : madat, madon, ngombe, dll)

Mungkin, semua itu berkah dari mereka berkhidmad kepada Guru-Guru yang telah memberi mereka banyak ilmu dan berkhidmad dimana dimana di tinggal. Dan PERCAYALAAAH pada semua ini!!!!!!

Untuk para junior yang masih berada di "penjara suci", BERSEMANGATLAH!!!!!!!!!!!!!!

"Selamat jalan Teman-Temanku, semoga aku dan yang lain bisa berkumpul denganmu dan bersama Guru-Guru Kita"



*terinspirasi menulis karena ditinggal oleh salah satu teman seangkatan*
"ditulis saat senggang di kantor secara berangsur-angsur"